More

    Sinar UV Berbahaya: Berapa Waktu yang Aman? Tips dari Dokter

    Sinar ultraviolet atau UV bukan sekadar ancaman saat cuaca terasa sangat terik. Dalam keseharian, paparan yang terlihat biasa saja justru bisa menjadi masalah bila berlangsung terlalu lama dan berulang. Irwan mengingatkan bahwa perlindungan terhadap sinar matahari sebaiknya tidak menunggu sampai kulit terasa perih atau memerah. Menurutnya, pencegahan paling efektif justru dimulai dari pengaturan waktu dan kebiasaan sederhana saat beraktivitas di luar ruangan.

    Hindari Jam Paling Keras di Bawah Matahari

    Irwan menyarankan agar aktivitas luar ruangan sebisa mungkin dihindari pada rentang pukul 10 pagi hingga 4 sore. Pada jam tersebut, intensitas sinar matahari berada pada titik tertinggi sehingga risiko kerusakan kulit akibat UV ikut meningkat. Bila memang tidak bisa dihindari, durasi berada di luar rumah sebaiknya dibatasi dan tidak dilakukan terlalu lama. Langkah ini penting karena dampak sinar UV kerap tidak langsung terasa, tetapi bisa menumpuk dari waktu ke waktu.

    Sunscreen Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Harian

    Selain soal waktu, perlindungan dasar yang paling sering disarankan adalah penggunaan tabir surya. Irwan menekankan pemakaian sunscreen minimal SPF 30 setiap hari, bukan hanya saat matahari sedang terik. Perlindungan ini juga tidak cukup dipakai sekali saja. Tabir surya perlu dioleskan ulang setiap 2 jam, termasuk setelah berkeringat atau berenang, agar manfaatnya tetap optimal. Banyak orang mengabaikan bagian ini, padahal efektivitas sunscreen bisa menurun seiring aktivitas dan waktu.

    Perlindungan Tambahan dari Pakaian

    Di luar krim pelindung, pakaian juga punya peran penting. Saat harus berada di bawah sinar matahari, pakaian berlengan panjang, celana panjang, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam dapat membantu mengurangi paparan langsung ke kulit dan mata. Kombinasi ini menjadi lapisan perlindungan tambahan yang sering kali lebih praktis untuk diterapkan sehari-hari, terutama bagi mereka yang rutin beraktivitas di luar rumah.

    Asupan Makanan Ikut Menunjang Kesehatan Kulit

    Irwan juga menyoroti bahwa perlindungan kulit tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam. Ia menyarankan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak untuk membantu menjaga kesehatan kulit. Pola makan seperti ini dapat mendukung lapisan pelindung kulit agar tetap lebih kuat menghadapi paparan lingkungan. Dengan mengatur jam keluar rumah, memakai sunscreen, memilih pakaian yang tepat, dan menjaga asupan harian, risiko dampak buruk sinar UV bisa ditekan lebih jauh.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles