More

    Rekor MURI Terpecahkan dengan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar oleh Siloam

    Rekor MURI Terpecahkan dengan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar oleh Siloam

    Bantuan hidup dasar (BHD) kembali menjadi sorotan setelah Siloam menggelar pelatihan yang disebut berhasil memecahkan rekor MURI. Di tengah situasi gawat darurat medis, terutama saat henti jantung terjadi, kemampuan dasar seperti resusitasi jantung paru dan teknik CPR bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan penentu hidup dan mati. Pelatihan ini menegaskan bahwa pertolongan pertama yang tepat bisa diberikan bukan hanya oleh tenaga medis, tetapi juga oleh masyarakat umum yang memahami langkah awal penyelamatan.

    BHD dan peran penting di menit-menit krusial

    Bantuan hidup dasar dirancang untuk menjaga fungsi vital tetap berjalan, terutama pernapasan dan sirkulasi darah, sampai bantuan medis lanjutan tiba. Dalam praktiknya, tindakan ini mencakup teknik dasar seperti CPR atau pijat jantung. Salah satu metode yang disorot adalah hands-only CPR, yakni pijat jantung tanpa napas buatan, yang dinilai efektif dalam kondisi darurat tertentu. Di momen seperti ini, kecepatan bertindak sering kali jauh lebih penting daripada keraguan.

    Pijat jantung sebagai langkah pertama

    Dokter spesialis jantung Hasjim Hasbullah menekankan pentingnya pijat jantung dalam upaya menyelamatkan nyawa sekaligus mencegah kecacatan. Menurutnya, ketika seseorang tidak sadarkan diri, respons awal tidak boleh tertunda. Tindakan seperti menepuk-nepuk pundak untuk memastikan respons, lalu segera melakukan pijat jantung bila diperlukan, bisa menjadi langkah awal yang sangat menentukan. Dalam situasi seperti ini, pemahaman dasar justru menjadi modal paling berharga.

    Garda terdepan bisa dimulai dari siapa saja

    Pelatihan BHD yang dikaitkan dengan pencapaian rekor MURI ini juga membawa pesan yang lebih luas: kesiapsiagaan darurat tidak harus menunggu profesi tertentu. Dengan pengetahuan yang benar, siapa pun bisa menjadi garda terdepan saat menghadapi kondisi yang mengancam jiwa. Siloam melalui kegiatan ini memperlihatkan bahwa edukasi publik tentang BHD bukan sekadar program seremonial, melainkan upaya membangun kebiasaan cepat tanggap ketika detik-detik penyelamatan benar-benar dibutuhkan.

    Berita Terbaru

    Related articles