Permusuhan dan keributan antar sesama kader terjadi. Berbagai insiden tak terhindarkan, termasuk lempar-lemparan dan baku hantam dengan kursi. Namun, berkat upaya dari sesama kader, situasi akhirnya berhasil diredam dengan teriakan “Kita ini saudara bapak-bapak semua” untuk mendinginkan suasana.
Mardiono tidak tinggal diam melihat insiden tersebut. Dia berencana untuk meminta bantuan polisi guna menyelidiki akar masalah peristiwa tersebut. Mardiono menyebut bahwa ada pihak yang berupaya untuk mengambil alih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara paksa, yang sangat tidak dibenarkan menurut hukum AD-ART partai.
Partai PPP merupakan partai yang terdiri dari kader-kader yang mengikuti proses dan struktur organisasi yang ketat, mulai dari tingkat bawah hingga ke tingkat kepemimpinan tertinggi. Mardiono menegaskan bahwa tidak ada sejarah di PPP di mana orang dari luar tiba-tiba masuk ke dalam partai tanpa melalui proses yang benar.
Dengan analogi rumah sebagai contoh, Mardiono menjelaskan bahwa setiap organisasi memiliki aturan dan prosedur, termasuk Partai PPP. Sehingga, masuknya seseorang dari luar ke dalam partai tanpa proses yang jelas diibaratkan seperti tamu yang langsung memasuki kamar tanpa izin.


