Jakarta — Di tengah kebiasaan anak yang makin akrab dengan gawai, psikolog anak dan keluarga Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog mengingatkan orangtua agar tidak melupakan pentingnya bermain tanpa layar. Menurutnya, screen time yang berlebihan bukan sekadar soal durasi menatap layar, tetapi juga bisa mengurangi kesempatan anak mengasah kemampuan dasar yang justru tumbuh lewat aktivitas langsung.
Bermain Tanpa Layar Punya Peran Besar
Saskhya menilai, permainan tanpa layar membantu anak mengembangkan berbagai aspek penting sekaligus. Saat anak terlibat dalam aktivitas fisik dan kreatif, mereka belajar memakai tangan, mengoordinasikan gerak, sekaligus membangun imajinasi. Di sisi lain, momen bermain seperti ini juga memberi ruang bagi orangtua untuk lebih dekat dengan anak dan membangun hubungan keluarga yang lebih hangat.
Ia menekankan, orangtua perlu membentuk rutinitas yang memberi anak pengalaman berkualitas, bukan hanya hiburan cepat dari layar. Aktivitas sederhana yang mendorong anak bereksplorasi dinilai lebih bermanfaat karena melibatkan proses, bukan sekadar respons pasif.
Hands-on Play Jadi Pilihan yang Disarankan
Salah satu bentuk permainan tanpa layar yang disarankan adalah hands-on play, yaitu aktivitas yang mengajak anak menggunakan tangan secara langsung. Contohnya, bermain lilin. Lewat kegiatan seperti meremas, menggulung, atau membentuk lilin, anak tidak hanya berlatih motorik halus, tetapi juga belajar menuangkan ide dalam bentuk nyata.
Permainan sederhana semacam ini memberi ruang bagi anak untuk mencoba, mengulang, lalu memperbaiki hasilnya. Proses tersebut membantu mereka mengasah koordinasi, melatih kesabaran, dan menumbuhkan rasa ingin tahu.
Manfaat yang Sering Terlewat Saat Anak Terlalu Lama di Depan Layar
Para ahli mencatat, permainan lilin bukan cuma sarana hiburan. Aktivitas ini juga mendukung kemampuan anak dalam memecahkan masalah, meningkatkan konsentrasi, dan merangsang imajinasi. Hal-hal seperti ini kerap terabaikan ketika anak terlalu lama terpaku pada layar.
Karena itu, ajakan untuk mengurangi screen time bukan berarti menolak teknologi sepenuhnya, melainkan menyeimbangkannya dengan aktivitas yang lebih aktif dan melibatkan tubuh. Dalam konteks perkembangan anak, permainan sederhana justru sering memberi dampak yang paling terasa.
Source link


