Tespek bekerja dengan cara mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang diproduksi tubuh setelah pembuahan berhasil dan embrio menempel pada dinding rahim. Namun, menurut Mayo Clinic dan Nanavati Max Hospital, ada beberapa alasan mengapa tespek bisa menunjukkan hasil negatif palsu meskipun sebenarnya hamil.
Pertama, tes dilakukan terlalu dini. Pada awal kehamilan, kadar hCG masih rendah sehingga sulit dideteksi. Hormon ini biasanya mulai meningkat signifikan beberapa hari setelah implantasi, dan kadarnya akan berlipat ganda setiap 48 jam. Jika tes dilakukan terlalu cepat, hasilnya bisa negatif meski sebenarnya ada kehamilan.
Selain itu, urine terlalu encer juga dapat memengaruhi hasil tespek. Minum terlalu banyak cairan sebelum tes bisa membuat urine menjadi encer, sehingga konsentrasi hCG menurun. Menurut Mayo Clinic, tes paling akurat dilakukan dengan urine pertama di pagi hari karena lebih pekat.
Kesalahan penggunaan tespek juga dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat. Instruksi yang tidak diikuti dengan benar—seperti waktu pencelupan yang salah, jumlah urine terlalu sedikit, atau membaca hasil terlalu cepat—dapat menyebabkan hasil keliru.
Terakhir, kondisi medis tertentu seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau kehamilan ektopik dapat memengaruhi produksi hCG. Pada kasus kehamilan ektopik, kadar hCG cenderung lebih rendah sehingga tespek bisa gagal mendeteksinya menurut Nanavati Max Hospital.


