Prabowo menunjukkan kekhawatiran serius terhadap tingginya tingkat korupsi di Indonesia dengan mengumpulkan aparat penegak hukum untuk memberantas praktik korupsi yang merugikan negara. Menurutnya, korupsi yang paling berbahaya adalah yang tersamar dan dianggap legal, namun pada kenyataannya tetap merugikan negara dengan caranya yang licik. Kerugian sistemik juga menjadi ancaman serius, terutama melalui pembuatan sistem yang memungkinkan kelalaian elit negara, seperti kasus tambang ilegal di Bangka Belitung yang telah berlangsung cukup lama.
Untuk mengatasi hal ini, Prabowo telah memerintahkan TNI-Polri dan Bea Cukai untuk melakukan operasi besar-besaran di Bangka Belitung guna menutup praktik penyelundupan timah yang merugikan negara. Selain itu, ia juga memperkirakan bahwa pemerintah bisa menyelamatkan triliun rupiah dari upaya membersihkan korupsi di wilayah tersebut. Lebih lanjut, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah tambang yang mengandung mineral berharga, seperti tanah jarang atau rare earth, yang bisa memberikan nilai ekonomis yang signifikan.
Dengan langkah-langkah tegas dan upaya pembersihan yang dilakukan, Prabowo berharap dapat mengurangi praktik korupsi dan penyelundupan yang merugikan negara. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi negara melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.


