Menjadi seorang people-pleaser bisa menyebabkan burnout dan kecemasan yang berlebihan tentang penilaian orang lain. Untuk membantu orang melepaskan diri dari tekanan ini, Dr. Amen membagikan prinsip sederhana yang dikenal sebagai aturan 18-40-60. Menurutnya, saat berusia 18 tahun, kekhawatiran tentang apa yang orang lain pikirkan tentang kita sangat signifikan. Namun, saat mencapai usia 40, kita sudah tidak begitu mempedulikan opini orang lain. Dan pada usia 60, kita menyadari bahwa sebenarnya tidak ada yang terlalu memikirkan kita sama sekali.
Prinsip ini membantu orang untuk menyadari bahwa kebanyakan orang lebih fokus dan sibuk dengan diri mereka sendiri daripada menghabiskan waktu untuk mengkritik orang lain. Ini berarti bahwa rasa takut akan kekecewaan orang lain seringkali tidak beralasan. Dr. Amen juga menyarankan agar kita tidak langsung menyetujui permintaan orang lain. Alih-alih, beliau menyarankan untuk berkata, “Saya akan memikirkannya terlebih dahulu dan akan memberikan jawaban nanti.”
Dengan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk mengevaluasi apakah permintaan tersebut sesuai dengan tujuan hidup atau malah mengorbankan kebutuhan pribadi, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik. Dalam pertimbangan tersebut, penting untuk bertanya pada diri sendiri apakah hal tersebut sesuai dengan tujuan hidup kita. Jika iya, maka lakukanlah. Namun, jika tidak, cukup katakan dengan tegas, “Maaf, saya tidak bisa melakukannya.” Setelah memahami prinsip ini, diharapkan bahwa kita dapat belajar untuk menghargai diri sendiri tanpa harus terlalu memikirkan penilaian orang lain.


