Forum Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Silaturahmi Nasional (SILATNAS) Ulama’il Ka’bah ke-1 di Pondok Pesantren (Ponpes) KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, menjadi panggung pertemuan penting bagi pimpinan Majelis, Mahkamah, dan organisasi DPP hingga DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Salah satu hasil signifikan dari acara tersebut adalah permintaan kepada Muhammad Mardiono untuk tidak maju sebagai calon Ketua Umum PPP dalam Muktamar X PPP. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Majelis Syariah, KH. Fadlolan Musyaffa, yang memperkuat sikap dari Musyawarah Nasional tersebut.
Pernyataan sikap tersebut juga menyerukan kepada seluruh komponen DPP, DPW, dan DPC PPP di seluruh Indonesia untuk tidak lagi mengusung Mardiono sebagai calon Ketua Umum PPP pada Muktamar X tahun 2025. Dalam keterangan tertulis, Mardiono dinilai tidak perform saat memimpin partai selama Pemilu 2024, yang berdampak pada ketidaklolosan PPP ke Senayan.
Selain itu, kepemimpinan Mardiono juga dianggap tidak berlandaskan prinsip kolektif-kolegial dan dianggap abai terhadap saran-saran majelis PPP terkait berbagai hal penting yang berkaitan dengan partai. Berbagai ketidakpatuhan dan ketidakpedulian Mardiono terhadap keputusan dan rekomendasi Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS II) PPP turut diungkapkan oleh Kiai Fadlolan.
Harapan dari forum Silatnas adalah agar PPP membuka diri untuk menerima para tokoh terbaik bangsa yang berkeinginan mengabdi pada partai berlambang Kakbah. Semua harapan dan pertimbangan tersebut diungkapkan dalam suasana silaturahmi dan musyawarah yang membangun, dengan tujuan memajukan partai untuk kebaikan bersama.


