Bahlil Lahadalia mengumpulkan anggota Fraksi Golkar DPR dan para menteri dari partainya dalam rapat tertutup di Gedung Nusantara, DPR, Selasa (9/9/2025). Pertemuan itu langsung menarik perhatian publik karena digelar saat kursi Menteri Pemuda dan Olahraga masih kosong setelah Dito Ariotedjo dicopot Presiden Prabowo Subianto.
Rapat Internal Golkar di Tengah Sorotan Politik
Sejumlah anggota fraksi tampak hadir lebih dulu sebelum Bahlil tiba untuk mengikuti agenda internal tersebut. Saat dimintai keterangan mengenai isi pembahasan, Ketua Umum Partai Golkar itu hanya menyebut pertemuan itu sebagai rapat rutin bersama fraksi. Ia tidak membuka detail materi yang dibahas di dalam ruangan.
Meski dikemas sebagai agenda biasa, momen ini terasa berbeda karena berlangsung di tengah ramainya spekulasi soal pengganti Menpora. Kekosongan jabatan itu memantik banyak pertanyaan, terlebih setelah Dito Ariotedjo, yang juga kader Golkar, resmi diberhentikan dari posisinya. Situasi tersebut membuat arah keputusan politik partai dan pemerintah ikut menjadi sorotan.
Bahlil: Keputusan Menpora Ada di Presiden
Menanggapi belum terisinya kursi Menpora, Bahlil menegaskan bahwa penunjukan pejabat itu sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden. Ia juga mengakui Golkar sempat mengajukan nama Mukhtarudin, namun menolak anggapan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan pembagian jatah politik.
Bahlil bahkan mengatakan dirinya tidak mengetahui siapa sosok yang akan dipilih untuk menggantikan Dito. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa proses penentuan pengganti Menpora masih berada di tangan pemerintah, bukan menjadi keputusan yang dibuka ke publik oleh partai.
Respons atas Isu Prabowo dan Megawati
Di luar isu kursi menteri, Bahlil juga menanggapi kabar rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia menyambut baik kemungkinan pertemuan dua tokoh tersebut dan menilai langkah itu patut diapresiasi di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak.
Di saat publik masih menunggu kepastian siapa yang akan menempati kursi Menpora, pertemuan tertutup Golkar hari ini memberi sinyal bahwa komunikasi politik di level elite terus berjalan. Namun untuk urusan yang paling disorot, Bahlil memilih tetap menempatkan bola sepenuhnya di tangan Presiden.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


