Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengalami kegagalan dalam Pemilu 2024 dengan tidak berhasil melebihi ambang batas Parlemen. Sebagai reaksi terhadap hasil tersebut, Rahmat Hidayat, seorang Kader PPP dan pemerhati hukum partai politik, menyarankan agar kegagalan tersebut dijadikan momentum evaluasi bukan saling menyalahkan. Menurut Rahmat, pertanyaannya seharusnya bukan tentang siapa yang salah, melainkan siapa yang tetap bertahan ketika yang lain memilih keluar. Secara khusus, Rahmat menyoroti kinerja Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, yang dinilai gagal oleh sebagian pihak namun dianggap telah berusaha dengan yang terbaik menghadapi situasi sulit tersebut. Rahmat melihat Mardiono sebagai sosok yang berani mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan partai ketika struktur internal partai goyah dan kepercayaan publik menurun. Ia juga mengakui bahwa upaya Mardiono dalam memperbaiki PPP dilakukan dengan pengorbanan dana pribadi untuk memastikan kelangsungan partai. Rahmat meyakini bahwa kegagalan PPP untuk masuk ke parlemen tidak dapat ditunjukkan pada satu individu saja, mengingat kompleksitas dinamika pemilu yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Baginya, Mardiono adalah pahlawan yang menjaga PPP dari risiko kehancuran yang lebih besar.
Evaluasi Kinerja PPP di Pemilu 2024: Pentingnya Tidak Menyalahkan
Related articles


