An Se-young menutup perjalanan di Asian Games 2026 dengan medali emas nomor tunggal putri setelah mengalahkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, di Nagoya. Kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-9 itu mengantarkan pebulu tangkis Korea Selatan tersebut mencatat sejarah sebagai tunggal putri pertama yang mampu mempertahankan gelar juara Asian Games.
Final yang berlangsung di hadapan publik tuan rumah Jepang tidak berjalan seimbang, terutama pada gim kedua. An Se-young mampu menjaga kendali permainan setelah memenangi gim pembuka 21-17. Pada gim berikutnya, pemain berusia 24 tahun itu tampil semakin dominan dan hanya memberi Yamaguchi kesempatan mengumpulkan sembilan angka.
Emas kedua secara beruntun
Gelar di Nagoya menjadi medali emas Asian Games kedua secara berturut-turut bagi An Se-young. Catatan tersebut mempertegas dominasinya di nomor tunggal putri sekaligus menempatkannya sebagai atlet pertama di sektor itu yang berhasil melakukan back-to-back emas pada ajang olahraga terbesar di Asia.
Pencapaian tersebut juga menambah koleksi gelar An Se-young pada musim 2026. Emas Asian Games disebut menjadi gelar kedelapannya sepanjang tahun ini. Ia juga tercatat belum terkalahkan dalam berbagai pertandingan sejak Maret 2026.
Selain mempertahankan gelar kontinental, An Se-young kini disebut telah menyamai jumlah gelar internasional milik legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti. Kesamaan pencapaian itu menambah bobot rekor yang diraihnya di Nagoya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain tunggal putri paling berprestasi.
Luapan emosi setelah kemenangan
An Se-young memastikan kemenangan melalui smes keras yang gagal dikembalikan Yamaguchi. Setelah itu, ia langsung menjatuhkan diri ke lapangan dan meluapkan emosinya. Reaksi tersebut menggambarkan besarnya arti kemenangan yang sekaligus mengukuhkan gelar Asian Games miliknya.
Ia mengaku pencapaian itu terasa di luar perkiraan. Menurut An Se-young, gelar tersebut merupakan hasil dari kerja keras yang terus ia jalani.
“Ini benar-benar terasa seperti sebuah mimpi, saya sangat bahagia. Segala usaha dan kerja keras yang saya curahkan terus berbuah hasil, rasanya begitu luar biasa,” ujar An Se-young, mengutip New Straits Times, Jumat (2/10/2026).
Kemenangan atas Yamaguchi membuat An Se-young tidak hanya membawa pulang emas dari Nagoya, tetapi juga menorehkan rekor baru dalam sejarah tunggal putri Asian Games.


