More

    Xbox Kembali PHK Ratusan Karyawan, Restrukturisasi Berlanjut

    Microsoft kembali memangkas tenaga kerja di unit Xbox dengan menghapus 268 posisi. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru ini menyasar Halo Studios, sejumlah studio gim pihak pertama, serta jajaran manajemen dan fungsi pusat Xbox Game Studios.

    Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang telah berlangsung sejak Juli 2026. Menurut Microsoft, penataan ulang itu ditujukan untuk menyederhanakan struktur internal sekaligus memperkuat pengelolaan waralaba gim di bawah Xbox.

    Restrukturisasi Xbox Mendekati Tiga Perempat Target

    Executive Vice President sekaligus Chief Content Officer Xbox, Matt Booty, menyampaikan bahwa rangkaian perubahan yang dilakukan sejak Juli telah membawa proses restrukturisasi mencapai sekitar 75 persen dari target yang sebelumnya diumumkan. Perubahan itu mencakup pengurangan tenaga kerja dan pelepasan sejumlah studio dari struktur yang ada.

    Pada Juli, Xbox mengumumkan rencana menghapus sekitar 3.200 posisi sepanjang tahun fiskal 2027. Sekitar 1.600 posisi telah dihapus dalam tahap awal restrukturisasi. Dengan tambahan 268 posisi yang dipangkas dalam langkah terbaru, perusahaan melanjutkan pengurangan tenaga kerja sekaligus penataan ulang pembagian tanggung jawab di antara studio-studionya.

    Perubahan organisasi tidak hanya berupa PHK. Activision kini memperoleh tanggung jawab yang lebih besar atas Rare dan World’s Edge. Sementara itu, Obsidian akan ditempatkan di bawah Bethesda.

    Playground dan Turn 10 juga akan digabungkan dengan fokus pengembangan gim Forza dan Fable. Adapun Compulsion Games, Double Fine Productions, dan Undead Labs akan kembali beroperasi sebagai studio independen.

    Halo Studios Terdampak, Arkane Masih dalam Konsultasi

    Halo Studios menjadi salah satu unit yang paling terdampak dalam pemangkasan terbaru. Kendati demikian, Microsoft tidak menutup studio tersebut sepenuhnya. Tim yang masih bertahan akan tetap menangani dukungan bagi komunitas serta gim Halo yang sudah tersedia.

    Untuk proyek gim Halo berikutnya, pengembangannya akan dialihkan kepada tim baru yang berada di bawah Activision. Perubahan ini menempatkan pengembangan masa depan salah satu waralaba utama Xbox dalam struktur organisasi yang berbeda dari sebelumnya.

    Di luar Halo Studios, Xbox juga masih berkonsultasi mengenai masa depan Arkane Studios di Lyon, Prancis. Konsultasi tersebut dapat mengarah pada beberapa opsi, termasuk penjualan, pemisahan, atau penutupan studio.

    Proses terkait Arkane Studios Lyon diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026. Belum ada keputusan akhir yang disebutkan mengenai pilihan yang akan diambil terhadap studio tersebut.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles