Kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak berhenti pada kecepatan peserta memperoleh tindakan medis. Pengalaman peserta selama menjalani pengobatan juga dipengaruhi oleh cara petugas berkomunikasi, memberikan penjelasan, serta mendampingi mereka di fasilitas kesehatan.
Perspektif tersebut menjadi perhatian BPJS Kesehatan saat melakukan kunjungan ke RSD Idaman Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (23/9/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan layanan JKN sekaligus menghimpun masukan dari peserta dan pihak rumah sakit.
Komunikasi dinilai bagian dari mutu layanan
Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, mengatakan peserta memerlukan dukungan yang lebih luas daripada sekadar proses pelayanan yang cepat. Menurut dia, komunikasi yang jelas dapat membantu peserta memahami tahapan layanan yang sedang dijalani, sementara sikap empati petugas menjadi bagian penting dari pengalaman mereka ketika berobat.
“Ketika sedang sakit dan berobat di fasilitas kesehatan, yang diharapkan peserta bukan cuma pelayanan yang cepat, namun juga komunikasi yang baik dan perlakuan penuh empati,” kata Iqbal.
Ia menambahkan, kondisi yang ditemui peserta di lapangan tidak selalu tercermin dalam laporan formal. Karena itu, kunjungan langsung diperlukan agar BPJS Kesehatan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan layanan JKN, termasuk hal-hal yang dirasakan peserta selama menjalani pengobatan.
“Banyak hal di lapangan yang seringkali tidak terekam dalam laporan formal. Lewat kunjungan ini, kami ingin memperoleh gambaran utuh mengenai situasi di lapangan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan mutu layanan JKN ke depan,” ujarnya.
Rumah sakit evaluasi layanan bagi peserta JKN
Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, menyampaikan bahwa rumah sakit terus mengembangkan berbagai inovasi untuk memudahkan peserta JKN. Upaya tersebut mencakup pengalaman peserta sejak pertama kali datang ke rumah sakit hingga memperoleh pelayanan medis yang dibutuhkan.
Namun, Danny tidak merinci bentuk inovasi yang dikembangkan. Ia menegaskan, pembahasan bersama BPJS Kesehatan menjadi bagian dari evaluasi rumah sakit untuk menyempurnakan layanan. Masukan dari peserta JKN juga digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses tersebut.
“Diskusi dengan BPJS Kesehatan menjadi bagian dari evaluasi rumah sakit dalam penyempurnaan pelayanan. Demikian halnya masukan yang disampaikan oleh peserta JKN. Sudah menjadi komitmen kami untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi seluruh peserta JKN,” ujar Danny.
Melalui kunjungan itu, BPJS Kesehatan dan RSD Idaman Kota Banjarbaru menempatkan komunikasi serta pendampingan peserta sebagai unsur yang perlu diperhatikan bersama dalam peningkatan mutu layanan JKN.


