More

    Clarity Act Gagal, CFTC Kirim Aturan Kripto ke Gedung Putih

    Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengajukan rancangan aturan mengenai transaksi dan pasar aset kripto kepada pemerintah Amerika Serikat untuk ditinjau. Pengajuan itu dilakukan ketika upaya membentuk kerangka hukum federal yang komprehensif bagi industri aset digital masih menghadapi hambatan di Senat.

    Dokumen berjudul Regulation Crypto Asset Transactions and Regulation Crypto Asset Markets tersebut diserahkan CFTC pada Kamis pekan ini kepada Office of Information and Regulatory Affairs (OIRA). Lembaga itu merupakan bagian dari Office of Management and Budget (OMB) yang bertugas meninjau rancangan peraturan federal sebelum diterbitkan.

    Dengan masuknya proposal ke OIRA, rancangan regulasi CFTC kini berada dalam tahap peninjauan di tingkat Gedung Putih. Namun, belum ada rincian mengenai substansi aturan yang diusulkan. CFTC juga menolak memberikan komentar terkait isi proposal tersebut.

    Langkah lembaga federal setelah Clarity Act gagal

    Pengajuan rancangan aturan itu berlangsung hanya beberapa hari setelah Clarity Act gagal melewati pemungutan suara prosedural di Senat pada Selasa. Rancangan undang-undang tersebut dirancang sebagai aturan komprehensif yang akan mengatur industri aset digital di tingkat federal untuk pertama kalinya.

    Kegagalan tersebut mendorong sejumlah lembaga federal tetap bergerak melalui kewenangan masing-masing. Alih-alih menunggu lahirnya satu undang-undang besar yang mengatur aset digital, lembaga seperti CFTC dan Securities and Exchange Commission (SEC) mengambil langkah regulasi secara terpisah.

    Perdebatan di Senat turut dipengaruhi persoalan etika. Para negosiator utama dari Partai Demokrat menyatakan kekhawatiran etika sebagai alasan utama penolakan mereka terhadap rancangan undang-undang itu.

    Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kepemilikan aset kripto Presiden Donald Trump. Nilai kekayaan kripto Trump kini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS dan berkaitan dengan World Liberty Financial, usaha yang dijalankan oleh putra-putranya, serta memecoin milik Trump. Kondisi tersebut memicu pertanyaan dari para pembuat undang-undang mengenai besarnya pengaruh Trump ketika pemerintahannya menyusun aturan aset digital.

    SEC dan CFTC keluarkan kebijakan baru

    Pada Kamis yang sama, SEC mengumumkan kebijakan “pengecualian inovasi” yang telah lama dinantikan. Kebijakan itu dimaksudkan untuk membuka jalan bagi perdagangan saham yang ditokenisasi secara on-chain.

    CFTC juga menerbitkan kebijakan “posisi tanpa tindakan” atau no-action position bagi pengembang perangkat lunak. Melalui kebijakan tersebut, CFTC menyatakan tidak akan merekomendasikan tindakan penegakan hukum terhadap pengembang yang tidak mendaftar sebagai introducing broker atau perantara perdagangan, selama mereka memenuhi sejumlah kondisi yang ditetapkan.

    Rangkaian langkah itu menunjukkan bahwa proses penyusunan aturan aset kripto di Amerika Serikat tetap berjalan melalui kebijakan masing-masing lembaga, meski rancangan undang-undang yang diharapkan menjadi dasar pengaturan federal belum berhasil disahkan di Senat.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles