DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar Soekarno Run BWX di Banyuwangi pada 20 September 2026. Ajang ini tidak hanya dirancang sebagai kompetisi lari, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno sekaligus mendorong pengembangan sport tourism di Jawa Timur.
Panitia menyebut olahraga lari dipilih karena memiliki hubungan kuat dengan semangat keberanian, kegigihan, persatuan, dan pantang menyerah. Setiap peserta harus terus melangkah, menjaga daya tahan, serta berupaya mencapai garis finis dengan kemampuan sendiri. Semangat tersebut diharapkan menjadi gambaran tentang api perjuangan Bung Karno yang dapat diwariskan kepada generasi muda.
Rute bersejarah dan terbuka untuk masyarakat
Soekarno Run BWX menawarkan rute yang memadukan unsur sejarah dan destinasi wisata Banyuwangi. Salah satu jalurnya melintasi Pantai Marina Boom. Karakter Banyuwangi yang memiliki kekayaan wisata, budaya, dan sejarah menjadi alasan ajang ini diarahkan untuk mempertemukan olahraga dengan potensi daerah serta ekonomi kreatif masyarakat.
Gelaran tersebut terbuka untuk umum. Dengan begitu, peserta tidak hanya berasal dari kalangan atlet atau pelari berpengalaman, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang. Penyelenggara turut menyiapkan kategori khusus pelajar untuk memperluas keterlibatan generasi muda.
Minat terhadap ajang ini disebut cukup besar, termasuk dari kalangan atlet lari. Sejumlah atlet yang dijadwalkan ikut antara lain Ricky Martin Simbolon, Daniel Simanjuntak, dan Immanuel Hutasoit.
Informasi mengenai kategori lomba, pendaftaran, dan teknis penyelenggaraan telah dipublikasikan melalui media sosial resmi Soekarno Run Banyuwangi. Penyelenggara juga menyebut ajang ini menawarkan hadiah dengan nilai terbesar dibandingkan event sejenis, yakni mencapai Rp1 miliar.
Ditargetkan menggerakkan ekonomi Banyuwangi
Selain mendorong aktivitas fisik, Soekarno Run BWX diarahkan untuk memberi dampak ekonomi bagi Banyuwangi. Kehadiran peserta dalam jumlah besar diperkirakan akan berkaitan dengan kebutuhan akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, perlengkapan olahraga, serta berbagai keperluan lain selama berada di daerah penyelenggara.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap perputaran ekonomi tersebut dapat dirasakan masyarakat setempat. Karena itu, Soekarno Run tidak ingin ditempatkan semata-mata sebagai perlombaan, melainkan sebagai kegiatan yang menghubungkan olahraga, pariwisata, budaya, dan aktivitas ekonomi lokal.
Penyelenggara juga mengaitkan ajang ini dengan meningkatnya tren olahraga lari di kalangan anak muda. Berdasarkan riset Strava yang dikutip, partisipasi anak muda dalam klub lari secara global meningkat 59 persen, sedangkan di Indonesia mencapai 83 persen. Riset yang sama menyebut satu dari lima anak muda Gen Z memiliki kecenderungan empat kali lebih besar untuk bersosialisasi saat berolahraga dibandingkan ketika melakukan aktivitas lain.
Soekarno Run di Banyuwangi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang direncanakan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Rangkaian tersebut disebut akan ditutup pada November melalui lomba komedian se-Jawa Timur.


