Ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat di Yaman. Houthi melaporkan bahwa lebih dari 50 serangan telah dilancarkan terhadap posisi mereka dalam 24 jam terakhir, sementara pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh kembali terjadi di sejumlah wilayah.
Laporan tersebut disampaikan melalui media yang dikelola Houthi. Hingga kini, belum ada konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi mengenai klaim serangan itu.
Houthi Klaim Serangan Berulang
Televisi Almasirah, yang dikelola oleh Houthi, menyebut pesawat Saudi melancarkan dua serangan di wilayah Saada. Daerah tersebut dikenal sebagai salah satu basis pertahanan kelompok Houthi.
Houthi juga menyatakan telah mencatat lebih dari 100 serangan terhadap posisi mereka sejak Selasa pekan lalu. Klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen berdasarkan informasi yang tersedia.
Rekaman yang dirilis Kantor Media Ansar Allah, sayap media Houthi, pada Selasa (16/9/2026), memperlihatkan pertempuran yang disebut terjadi antara pejuang Houthi dan pasukan yang didukung Arab Saudi di Provinsi Jawf Timur. Rekaman tersebut menjadi bagian dari laporan kelompok itu mengenai meningkatnya aktivitas militer di garis depan Yaman.
Menurut laporan yang beredar, serangan Saudi sejauh ini diarahkan ke garis depan pertempuran untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman. Serangan tersebut disebut belum menyasar pusat-pusat kekuatan utama Houthi, termasuk ibu kota Yaman, Sanaa.
Gencatan Senjata 2022 Kembali Terganggu
Pertempuran terbaru ini menandai kembalinya bentrokan antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman setelah kawasan tersebut relatif tenang selama beberapa tahun. Kondisi itu berlangsung setelah gencatan senjata disepakati pada 2022 untuk meredakan konflik Yaman.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jumlah korban, kerusakan, maupun rincian sasaran dari serangkaian serangan yang diklaim Houthi. Informasi mengenai intensitas pertempuran juga masih berasal dari laporan pihak yang terlibat dalam konflik.
Selain melaporkan serangan udara di wilayahnya, Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kelompok itu juga menyatakan akan menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah, sebuah langkah yang berpotensi memperluas ketegangan dari daratan ke jalur pelayaran.
Perkembangan tersebut muncul ketika kontak senjata antara Houthi dan pasukan pemerintah kembali berlangsung di sejumlah garis depan. Namun, sampai laporan ini disusun, Riyadh belum memberikan tanggapan atau mengonfirmasi klaim serangan yang disampaikan Houthi.


