Menteri Nepal Mundur Usai Kontroversi Pasokan LPG
Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Pasokan Nepal, Gauri Kumari Yadav, mengundurkan diri dari jabatannya setelah kontroversi seputar pasokan LPG yang menimbulkan gelombang kritik.
Menurut laporan Kathmandu Today, Yadav secara resmi menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Balendra Shah. Pengunduran diri ini diumumkan pada Kamis (10/09/2026) oleh koordinator komunikasinya, Kamal Chaulagain, yang menyebutkan alasan pengunduran diri tersebut didasari oleh masalah pribadi.
Peristiwa Kontroversial yang Memicu Pengunduran Diri
Pengunduran diri tiba-tiba ini bermula dari pernyataan kontroversial yang disampaikan Yadav dalam pertemuan panel Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari sebelumnya. Ia menyatakan bahwa pasokan LPG tidak akan lancar kecuali langkah tegas diambil terhadap para industrialis.
Komentar tersebut menimbulkan kekhawatiran publik tentang ketersediaan pasokan LPG di Nepal. Sebelumnya, Yadav telah dikritik atas penanganan pemerintah terhadap situasi pasokan yang semakin memburuk. Meskipun baru beberapa bulan menjabat, Yadav memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Pasca pengunduran diri ini, Nepal akan menghadapi tantangan baru dalam menyelesaikan masalah pasokan LPG yang terus memanas. Kehadiran seorang menteri baru diharapkan dapat membawa angin segar dalam penyelesaian masalah ini.


