Strategy Borong Bitcoin Senilai Rp 6,55 Triliun, Berani Ambil Resiko
Strategy Masuk Kembali ke Pasar Bitcoin
Sebuah keputusan berani diambil oleh Strategy pekan lalu dengan membeli 4.603 bitcoin senilai US$ 370 juta atau setara Rp 6,55 triliun. Tindakan ini menjadi pembelian terbesar sejak bulan Mei dan dilakukan setelah perusahaan memutuskan untuk tidak mengubah cadangan kripto mereka selama beberapa minggu lamanya.
Harga bitcoin yang melonjak belakangan ini, diperdagangkan di kisaran US$ 80.000 atau sekitar Rp 1,41 miliar dalam beberapa pekan terakhir, menjadi alasan di balik langkah Strategy. Meski harus merogoh kocek dalam-dalam dengan rata-rata harga US$ 80.318 atau Rp 1,4 miliar per koin, Strategy nampaknya yakin dengan pengambilan keputusan ini.
Strategi Jual Beli Bitcoin Strategy
Sebelumnya, Strategy telah menjual aset kripto mereka dengan harga antara US$ 59.000 hingga US$ 64.000 atau sekitar Rp 1,04 miliar-Rp 1,13 miliar mulai dari 30 Juni hingga 10 Agustus 2026. Dengan penjualan 6.916 koin sekitar US$ 430 juta atau Rp 7,62 triliun, Strategy berhasil mendapatkan dana yang cukup besar.
Akan tetapi, meskipun harga beli bitcoin saat itu cukup tinggi, Strategy bisa saja menghasilkan keuntungan berlipat jika prediksi terbaru tentang harga bitcoin benar adanya. Analis Bernstein, termasuk Gautam Chhugani, memperkirakan bitcoin akan mencapai harga US$ 300.000 atau sekitar Rp 5,31 triliun pada waktu yang akan datang.
Mereka juga memprediksi adanya pemulihan pasar yang akan mendorong bitcoin ke harga tertinggi baru sebesar US$ 150.000 atau sekitar Rp 2,6 miliar pada pertengahan tahun depan. “Dalam 10 hari terakhir, bitcoin naik 28%, yang berpotensi menandakan berakhirnya siklus bearish ini,” ujar analis Bernstein tersebut.


