Menteri Lingkungan Hidup Soroti 85 Ribu Hektare Konsesi Terbakar di Indonesia
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa sekitar 85 ribu hektare kawasan konsesi perusahaan di Indonesia dilaporkan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran tersebut menyebar di berbagai wilayah konsesi perusahaan di Sumatra dan Kalimantan, demikian disampaikan saat kunjungannya ke Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau pada Sabtu (22/8).
Menurut Jumhur, pemerintah mencatat sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi terindikasi memiliki titik panas di wilayah konsesinya. Pemerintah pun akan melakukan verifikasi lapangan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengetahui dampak kebakaran yang terjadi.
Upaya Mitigasi dan Penurunan Kondisi Karhutla di Riau
Jumhur juga menyatakan bahwa kondisi karhutla di Riau mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Hal ini disebutnya karena upaya mitigasi yang telah dilakukan oleh pemerintah dan kepolisian melalui pembangunan sekat kanal serta persiapan embung untuk mencegah dan menanggulangi karhutla.
Kebakaran di Desa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengkonfirmasi bahwa secara keseluruhan karhutla di Riau mengalami penurunan. Namun, satu lokasi yang masih menjadi fokus adalah kebakaran di Desa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Herry menjelaskan bahwa sekitar 280 hektare lahan terbakar di Kerumutan selama 21 hari terakhir. Pihak kepolisian telah bekerja sama dengan TNI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan pihak terkait lainnya untuk memadamkan api. Proses pemadaman di lahan gambut Kerumutan membutuhkan penanganan intensif, termasuk dukungan operasi udara secara berkelanjutan.
Selain itu, tidak hanya penanganan kebakaran, Polda Riau dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang berisiko terdampak oleh asap karhutla di Desa Kerumutan.


