Megawati: Jejak Bung Karno di Surabaya Menjadi Inspirasi Perjuangan
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki peran vital dalam sejarah perjuangan dan pemikiran Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno.
Menurut Megawati, Bung Karno lahir, dibesarkan, dan mengasah diri di Jawa Timur, membuat kota seperti Surabaya, Mojokerto, dan Blitar menjadi saksi bisu perjuangan beliau. Surabaya sendiri dijuluki sebagai “Dapurnya Nasionalisme” oleh Bung Karno.
Pembentukan Pemikiran Bung Karno di Surabaya
Dalam acara Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Megawati menyoroti peran Surabaya dalam kehidupan Bung Karno. Di kota ini, Bung Karno menyelesaikan pendidikan HBS (Hoogere Burgerschool) dan belajar dari H.O.S. Tjokroaminoto.
Meskipun dalam keterbatasan, Bung Karno tinggal di ruangan kecil tanpa jendela dan hanya penerangan dari lampu teplok. Namun, dari situ lah Bung Karno mengasah pemikiran intelektual dan gagasan perjuangannya.
Pesannya untuk Generasi Muda
Megawati menekankan bahwa generasi muda sekarang bisa belajar banyak dari perjuangan Bung Karno. Visi, imajinasi, keberanian, dan semangat juangnya menjadi contoh bagi anak muda saat ini.
Bung Karno, yang hidup dalam keterbatasan, memiliki visi besar untuk masa depan bangsanya. Megawati menambahkan bahwa Bung Karno berhasil membuktikan bahwa kolonialisme bisa dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia, suatu pelajaran berharga untuk generasi masa kini.
Megawati berharap agar seluruh anggota dan kader PDIP tetap mempertahankan semangat juang yang ditinggalkan Bung Karno. Dalam menghadapi tantangan politik, PDIP harus tetap menjadi kekuatan politik utama di Pulau Jawa.
Peran dan pemikiran Bung Karno di Surabaya dianggap Megawati sebagai fondasi bagi penggemblengan diri anggota partai dalam menjalankan tugas-tugas politiknya.
Di tengah politik pragmatis saat ini, Megawati menegaskan bahwa kekuatan ideologi, imajinasi, strategi, dan militansi tetap menjadi poin penting dalam bermusyawarah dan berpolitik.


