Saham Preferen STRC Melonjak di Atas US$ 96, Mendekati Target US$ 100
Investor tidak hanya memperhatikan saham MSTR, tetapi juga saham preferen Strategy, yaitu Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock atau STRC. Pada Jumat, STRC diperdagangkan di atas US$ 96 untuk pertama kalinya sejak bulan Juni.
Sebelumnya, STRC sempat turun di bawah US$ 70 saat terjadi aksi jual kripto, menimbulkan kekhawatiran terkait kemampuan Strategy untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen dengan imbal hasil sekitar 11,5% per tahun.
Pemulihan Saham Preferen STRC
Kenaikan STRC di atas US$ 96 tidak hanya mengurangi tekanan tersebut, tetapi juga memberikan Strategy ruang lebih besar dalam mengelola sumber pendanaan untuk strategi Bitcoin. Level harga ini semakin mendekati target US$ 100 yang berpotensi dipertahankan melalui penyesuaian tingkat dividen bulanan.
Langkah Strategy dalam Mengelola Dana
Strategy mengungkapkan bahwa mereka telah menjual saham MSTR senilai US$ 333,7 juta tanpa melakukan transaksi Bitcoin dalam minggu ini. Sebagian dana tersebut digunakan untuk membayar dividen STRC sebesar US$ 52,4 juta.
Selain itu, Strategy juga menggunakan US$ 132,2 juta untuk membeli kembali STRC melalui program Digital Credit Securities Repurchase Program. Langkah ini menjadi strategi perusahaan dalam mengelola saham preferen dan memperkuat posisinya di pasar.
Cadangan Dana dan Strategi Keuangan
Strategy juga meningkatkan cadangan dolar AS menjadi US$ 4,8 miliar, sebagai langkah preventif untuk memenuhi kewajiban dividen jika harga Bitcoin turun dalam jangka waktu panjang atau likuiditas pasar saham mengalami kesulitan.


