Rencana Anggaran Pendidikan 2027 Perlu Berdampak Nyata bagi Siswa, Kata Pimpinan MPR
Pimpinan MPR, Bambang Soesatyo atau akrab disapa Ibas, menekankan pentingnya rencana anggaran pendidikan 2027 agar memberikan dampak yang nyata bagi siswa di seluruh Indonesia. Ibas menyoroti perlunya revitalisasi sekolah berbasis data untuk memprioritaskan bantuan kepada daerah dan unit pendidikan yang membutuhkan.
Mendorong Revitalisasi Sekolah Berbasis Data
Dalam pandangannya, revitalisasi sekolah harus didasarkan pada data yang akurat sehingga pemerintah dapat memberikan intervensi yang tepat pada wilayah-wilayah dan lembaga pendidikan yang memerlukan dukungan terbesar. Ibas juga menegaskan perlunya peningkatan kesejahteraan guru sejalan dengan peningkatan kualitas mereka. Baginya, guru tidak hanya harus dianggap investasi, namun juga sebagai motor penggerak kemajuan pembelajaran.
Menyongsong Era Kecerdasan Buatan
Ibas juga mengingatkan pentingnya persiapan sistem pendidikan untuk menghadapi perkembangan kecerdasan buatan. Bagi dia, pendidikan harus lebih dari sekadar pengajaran teknologi, tetapi juga harus memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan etika. Hal ini penting agar generasi muda Indonesia dapat menjadi inovator dan pencipta lapangan kerja, bukan hanya sekadar pengguna teknologi.
“Kita tidak ingin generasi Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi. Kita ingin mereka menjadi pencipta teknologi. Bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan pekerjaan,” tegasnya.
Menurut Ibas, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dianggap sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan alokasi anggaran dalam Rancangan APBN 2027, terutama dalam sektor pendidikan, harus terukur dan berdampak langsung pada masyarakat.
“APBN bukan sekadar angka. APBN adalah alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.


