Panas Bumi Indonesia: Potensi Besar yang Belum Optimal
Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan energi panas bumi secara optimal. Padahal, Indonesia memiliki potensi sumber daya panas bumi yang melimpah. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya nyata dari seluruh pihak terkait untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor panas bumi.
Presiden Direktur PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Ahmad Yani mengatakan, Indonesia memiliki sekitar 24 gigawatt (GW) potensi sumber daya panas bumi yang bisa dikembangkan dalam rangka mendukung transisi serta kemandirian energi nasional.
Peluang Strategis Indonesia dalam Energi Panas Bumi
Bila ditelusuri lebih lanjut, sebanyak 40% potensi panas bumi dunia berada di Indonesia. Khusus di Asia Tenggara, Indonesia menguasai sekitar 84% potensi energi panas bumi. Hal ini tentu menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memaksimalkan pemanfaatan energi bersih dalam bauran energi nasional.
Sayangnya, potensi besar panas bumi belum mampu dibarengi oleh pemanfaatan yang optimal. Dari total potensi sumber daya panas bumi sekitar 24 GW, saat ini Indonesia baru mampu memanfaatkan 11% saja. Hasil ini jelas menjadi tantangan yang harus dicari jalan keluarnya oleh pemerintah, pelaku usaha, investor, sampai pemangku kepentingan lainnya di sektor energi.
Iklim Bisnis dan Pengembangan Panas Bumi di Indonesia
Ahmad menambahkan, menciptakan iklim bisnis yang membuat proyek panas bumi menjadi layak secara finansial dan menarik bagi perbankan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan tersebut di Indonesia. Perlu dilakukan pembahasan bersama pemerintah guna menghitung dan menyempurnakan kebijakan, misalnya dengan memperbaiki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022.
Di samping itu, Ahmad menganggap pelaksanaan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan investor, independent power producer (IPP), pemerintah, dan pelaku industri dari berbagai negara. IIGCE tidak hanya sekadar menjadi ajang untuk berbagi pengalaman saja, melainkan juga menjadi wadah pencarian solusi atas berbagai hambatan dalam pengembangan panas bumi.
Khusus bagi PGE, Ahmad menyatakan bahwa perusahaan telah memiliki pipeline pengembangan panas bumi yang jelas. Tantangan utama bagi PGE saat ini yaitu membuka berbagai bottleneck agar iklim investasi panas bumi sudah feasible dan bankable.
Manfaat Pengembangan Panas Bumi bagi Indonesia
Percepatan pengembangan panas bumi akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Indonesia. Pengembangan panas bumi tidak hanya mendatangkan investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS), melainkan juga dapat menciptakan lapangan kerja serta memberikan dampak positif terhadap industri pendukung.
Nah kebetulan Indonesia punya potensi yang sangat besar. Ini membuat semua mata dunia melihat ini ada opportunity bisnis nih yang bisa dikembangkan. Ini bisnisnya billion US dollar loh yang bisa dikembangkan dan memberikan multiplier effect yang sangat luar biasa bagi pemerintah, bagi masyarakat Indonesia.


