Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Mendaki Gunung Pusuk Buhit
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memanjat Gunung Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI.
Doa-doa untuk Para Pahlawan
Dalam pendakian tersebut, Hasto memanjatkan doa untuk Bung Karno, Bung Hatta, Megawati Soekarnoputri, para pahlawan, dan seluruh rakyat Indonesia. Dia mengajak rombongan untuk memohon agar momentum HUT ke-81 RI semakin menguatkan semangat bangsa Indonesia.
“Kita doakan Bung Karno, Bung Hatta, dan seluruh para pahlawan bangsa. Kita doakan Ibu Megawati Soekarnoputri, dan seluruh jajaran simpatisan, anggota, dan kader PDI Perjuangan, serta rakyat Indonesia,” ujar Hasto.
“Berdoa agar kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan betul-betul ditegakkan, dan seluruh pemimpin berjuang membebaskan rakyat marhaen. Pendidikan, kesehatan, dan penghidupan yang layak secara kemanusiaan. Rakyat kecil dihormati dengan seluruh martabatnya,” tambahnya.
Tantangan dalam Turun dari Gunung
Proses turun dari Gunung Pusuk Buhit terbilang menantang karena dilakukan dalam kondisi gelap. Hasto bahkan memilih berlari menuruni jalur selama kurang lebih satu setengah jam, sambil mengaku terpeleset dua kali.
Menurut Hasto, pendakian tersebut bukan hanya sebagai aktivitas fisik semata, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa.
Di sela perbincangan pasca pendakian, Hasto menyatakan keinginannya untuk mendaki Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, jika mendapatkan kesempatan di tengah kesibukannya.
Menurutnya, Gunung Tambora menarik tidak hanya dari sisi pendakian, tetapi juga karena sejarah letusannya yang berdampak besar terhadap kehidupan manusia di berbagai belahan dunia.


