Arthur Hayes: Bitcoin Bisa Melonjak Jika The Fed Perluas Fasilitas Repo Jepang
Direktur Eksekutif dan Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, memberikan pandangannya terkait potensi melonjaknya Bitcoin jika The Fed memperluas fasilitas Repo Jepang. Menurut Hayes, hal ini berkaitan dengan besarannya kepemilikan obligasi Treasury AS yang dimiliki oleh pemerintah Jepang dan Government Pension Investment Fund (GPIF).
Potensi Aset yang Digunakan Mencapai US$ 1,373 Triliun
Hayes memperkirakan bahwa pemerintah Jepang memiliki sekitar US$ 1,143 triliun obligasi Treasury AS, sementara GPIF memegang sekitar US$ 230 miliar Treasury AS. Dengan demikian, total aset yang berpotensi digunakan mencapai US$ 1,373 triliun.
Saat ini, fasilitas FIMA membatasi setiap pihak hanya dapat mengakses hingga US$ 60 miliar. Kesenjangan antara batas fasilitas dan besarnya kepemilikan Treasury Jepang inilah yang menjadi perhatian utama Hayes. Ia berpendapat bahwa dengan memperluas kapasitas FIMA, likuiditas dolar global dapat meningkat.
Dorongan untuk Memperluas Fasilitas FIMA oleh Menteri Keuangan AS
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dilaporkan mendorong The Fed untuk memperluas fasilitas FIMA. Namun, ekonom Daleep Singh menilai bahwa fasilitas yang lebih besar hanya akan berperan sebagai “peredam guncangan, bukan obat untuk tren mata uang”.
Hayes sendiri mengaku sedang meningkatkan eksposurnya pada Bitcoin, emas fisik, dan saham perusahaan tambang emas sambil menunggu kemungkinan perubahan aturan terkait fasilitas likuiditas tersebut. Menurutnya, semakin banyak uang yang dicetak, semakin tinggi Bitcoin akan naik.


