Stablecoin Lokal Dapat Mempercepat Adopsi Dolar Digital
IMF atau International Monetary Fund telah mengungkapkan kekhawatiran terkait penggunaan stablecoin domestik yang dirancang untuk memperkuat peran mata uang nasional. Salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah mempermudah pengguna untuk beralih ke dolar digital. Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Pelaksana IMF, Dan Katz, dalam sebuah pidato di Universitas Cape Town pada 7 Agustus 2026.
Mempermudah Konversi Mata Uang Asing
Katz menyatakan bahwa stablecoin berbasis mata uang lokal dan dolar AS dapat memudahkan konversi valuta asing. Pengguna dapat dengan mudah bertukar aset tersebut melalui berbagai platform, seperti bursa terdesentralisasi, liquidity pool, atau transaksi peer-to-peer. Hal ini berpotensi mengubah cara tradisional penggunaan bank dan pedagang mata uang kontan.
“Token lokal bahkan dapat mempercepat adopsi stablecoin valuta asing,” ujar Katz, meskipun IMF tidak menjamin kepastian dampak tersebut. Stabilitas dan kekuatan jaringan yang dimiliki oleh stablecoin berbasis dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi adopsinya.
Dominasi Stablecoin Berbasis Dolar AS
Menurut penilaian IMF, kapitalisasi pasar stablecoin saat ini sebagian besar masih berkaitan erat dengan dolar AS. Dengan nilai mencapai US$ 300 miliar dalam setahun terakhir, hampir 99% dari stablecoin tersebut dikombinasikan dalam mata uang tersebut. Dominasi ini memberikan likuiditas yang kuat dan penerimaan yang luas bagi token berbasis dolar AS di berbagai platform dan pasar internasional.
Stablecoin berbasis mata uang lokal akan menghadapi tantangan besar dalam bersaing dengan efek jaringan yang sudah mapan dari stablecoin berbasis dolar AS. Meskipun dianggap sebagai alternatif, mereka harus mampu meyakinkan pengguna bahwa kelebihan yang ditawarkan dapat mengimbangi keunggulan yang sudah ada sebelumnya.


