Said Abdullah: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,29 Persen Perlu Disyukuri
Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen (year on year) pada triwulan II 2026 patut disyukuri di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 turut ditopang faktor musiman. Berbagai aspek seperti libur sekolah, penerimaan peserta didik baru, masuk perguruan tinggi, dan kenaikan kelas, mempengaruhi sektor-sektor tertentu.
Faktor Musiman dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Sektor Ekonomi
Libur sekolah pada bulan Juli mendorong pertumbuhan sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman hingga 10,6 persen. Sedangkan momentum penerimaan peserta didik baru dan aktifitas kenaikan kelas ikut mendongkrak sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 6,97 persen.
Di sisi lain, musim kemarau yang panas meningkatkan permintaan listrik untuk pendingin ruangan, ditambah kenaikan harga gas akibat konflik geopolitik, sehingga sektor pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan sebesar 10,81 persen.
Pentingnya Perhatian terhadap Sektor Industri Pengolahan dan Pertanian
Saat ini, perhatian terhadap sektor industri pengolahan dan pertanian dianggap penting. Industri pengolahan tumbuh lebih rendah dari sebelumnya, sedangkan sektor pertanian juga mengalami penurunan pertumbuhan. Kondisi kedua sektor ini memerlukan perhatian lebih dari pemerintah.
Sektor pertanian yang melambat dapat mempengaruhi sektor primer secara keseluruhan. Sementara sektor industri pengolahan menyumbang porsi signifikan terhadap PDB dan tenaga kerja nasional.
Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga, Investasi, dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih tumbuh positif meski melambat, namun tetap menjadi penopang utama ekonomi. Di sisi lain, investasi barang modal (PMTB) dan ekspor juga menunjukkan pertumbuhan positif, yang mengindikasikan kondisi ekonomi yang stabil.


