More

    Program Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera: Tantangan Eksekusi Mendagri

    Mendagri Tagih Eksekusi Program Rehab-Rekon Pasca Bencana Sumatera

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pasca bencana di Sumatera. Sebanyak 16 kementerian/lembaga yang telah menerima alokasi anggaran diminta segera mengeksekusi program tersebut.

    Kementerian/Lembaga yang Terlibat

    Menurut Tito, dari total 32 kementerian/lembaga yang terlibat sebagai pelaksana rencana induk rehab-rekon, hanya separuhnya yang telah menerima alokasi anggaran. Beberapa di antaranya meliputi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Perhubungan, dan lain sebagainya.

    Kendati demikian, Tito meminta agar kementerian/lembaga yang telah mendapatkan alokasi anggaran segera memulai eksekusi program rehab-rekon. Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Pers Pemerintah di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta.

    Perencanaan dan Anggaran

    Rencananya, program rehab-rekon berdasarkan renduk akan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2028. Total kebutuhan anggaran untuk program ini mencapai Rp100,1 triliun. Renduk disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dengan menggali kebutuhan dari pemerintah daerah terdampak melalui kementerian/lembaga terkait.

    Demikianlah upaya pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Sumatera. Dengan kolaborasi yang baik antara berbagai instansi terkait, diharapkan proses ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat terdampak.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles