Ukraina Serang Pusat Logistik Rusia, Wildberries Jadi Target
Pasukan militer Ukraina melakukan perubahan taktik dengan mengarahkan serangan ke pusat-pusat logistik utama Rusia, termasuk perusahaan e-commerce terbesar di Rusia, Wildberries. Serangan drone diluncurkan untuk mengganggu rantai pasok, meningkatkan beban finansial Rusia, dan mendorong Putin kembali ke meja perundingan.
Menurut laporan CNBC International, Wildberries telah mengevakuasi gudangnya di Kota Ryazan setelah serangan drone Ukraina. Hal ini merupakan pergeseran signifikan dalam strategi Ukraina yang sebelumnya fokus pada infrastruktur energi.
Wildberries: Raksasa E-Commerce Rusia
Wildberries merupakan toko daring terbesar di Rusia yang menduduki posisi sebanding dengan Amazon. Perusahaan ini berdiri sejak 2004 dan kini memiliki 48.000 karyawan.
Dampak Serangan dan Respon Perbankan
Pemerintah Rusia menyatakan perlunya bantuan keuangan untuk mendukung operasional Wildberries, dengan bank VTB diharapkan memainkan peran penting. Sberbank Rusia juga sedang menyiapkan program restrukturisasi pinjaman bagi vendor Wildberries untuk mencegah kebangkrutan massal.
Natalya Kovaleva dari Chatham House menjelaskan bahwa serangan ke Wildberries bertujuan untuk menaikkan biaya perang bagi Rusia dan menekan pebisnis serta warga biasa. Sanksi Barat, pemadaman internet, dan kelangkaan bahan bakar sebelumnya telah menghantam ekonomi Rusia.
Kerentanan Ekonomi Rusia dan Isu Sanksi AS
Ekonomi Rusia kini rentan terhadap sanksi AS karena stagnasi pertumbuhan ekonomi, kontraksi output industri, dan perlambatan sektor pertahanan. Pertemuan antara Zelensky dan Trump membahas lisensi produksi sistem pencegat Patriot serta upaya diplomasi.
Perang Rusia dan Iran mulai bersinggungan, terutama setelah Ukraina menyerang kapal Iran di Laut Kaspia. Iran menutupi Selat Hormuz, berpotensi meningkatkan harga minyak yang menguntungkan Rusia dalam perang.


