More

    Perang AS-Iran: 6 Ancaman Besar Membayangi Trump

    Perang AS-Iran Berpotensi Mencapai Titik Balik Baru, Apa yang Terjadi?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi mencapai titik balik baru setelah berhentinya gencatan senjata yang berlangsung selama tiga bulan. Pertempuran kembali meletus bulan ini, tanpa menunjukkan tanda-tanda keunggulan strategis bagi kedua belah pihak.

    Gelombang Keraguan Muncul di Kalangan Pendukung AS

    Di tengah kebuntuan konflik ini, gelombang keraguan muncul dari kalangan pendukung AS sendiri. Bahkan, tokoh Partai Republik mulai menekan untuk mengakhiri perang. Para pemimpin, seperti Laura Ingraham dari Fox News dan Ketua DPR AS Mike Johnson, menegaskan pentingnya menyelesaikan konflik sebelum Pemilu Sela November mendatang.

    Senator Bill Cassidy menyampaikan bahwa Trump telah memiliki kesempatan untuk mengakhiri perang, tetapi belum terwujud hingga saat ini. Persoalannya adalah tidak adanya opsi mudah bagi Trump untuk mengakhiri perang karena Iran menolak proposal perdamaian.

    Dampak Lonjakan Gugurnya Prajurit AS

    Presiden Trump merasa cemas bahwa korban jiwa pertama di pihak tentara AS sejak Maret lalu dapat merusak dukungan publik. Total prajurit AS yang meninggal telah mencapai 18 dan lebih dari 600 lainnya luka-luka. Lonjakan ini membuat publik semakin tidak memahami tujuan perang, terutama dengan lonjakan harga bahan bakar minyak sebagai dampak dari perang tersebut.

    Trump sebelumnya menjanjikan target besar dalam perang ini, tetapi telah menurunkan targetnya. Pertanyaannya sekarang, apakah Trump bersedia menerima kompromi lebih rendah demi menarik AS keluar dari perang?

    Kongres AS Mulai Bergerak

    Kongres AS mulai menunjukkan kekhawatiran atas dampak perang terhadap Pemilu Sela. Mereka telah meloloskan RUU pendanaan, namun nasibnya di tingkat Senat masih belum pasti. Ada juga rencana pemungutan suara untuk membatasi wewenang perang presiden melalui War Powers Act.

    Berbagai pertanyaan dan ketidakpastian kini menghantui Trump dan AS dalam konflik ini. Masyarakat pun semakin resah dengan perkembangan situasi perang yang tidak menentu.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles