Sutradara Hanung Bramantyo Harapkan Film Biopik Kartini Mampu Menginspirasi Perempuan Indonesia
Sutradara Hanung Bramantyo berharap film biopik Kartini mampu menginspirasi perempuan Indonesia untuk menjadi pribadi yang berdaya, mandiri, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, semangat perjuangan Kartini tetap relevan dalam menjawab tantangan pemberdayaan perempuan di masa kini.
Menurut Hanung, versi film Kartini yang diputar dalam rangkaian pameran TATAH merupakan edisi khusus yang berbeda dari versi yang sebelumnya tayang di bioskop maupun platform digital. Penayangan ini diharapkan memberi perspektif baru mengenai sosok dan gagasan Kartini.
Kartini Berjuang untuk Menciptakan Dampak Ekonomi bagi Perempuan dan Masyarakat
“Yang menarik dari Kartini adalah perjuangannya bukan hanya melahirkan kesetaraan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi perempuan dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hanung Bramantyo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Melalui surat-surat Kartini, terlihat bagaimana tokoh asal Jepara tersebut mendorong perempuan untuk berkarya dan mengembangkan keterampilan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, yang relevan dengan tantangan pemberdayaan perempuan saat ini.
Jepara, Bumi Kartini yang Harus Dilestarikan
Hanung juga mendorong Pemerintah Kabupaten Jepara terus menjaga karakter kota sebagai bumi Kartini melalui pelestarian kawasan bersejarah dan identitas budaya lokal.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyatakan Kartini merupakan simbol keberanian berpikir, semangat belajar, serta inspirasi untuk membuka ruang kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat. Bagi Ibnu Hajar, film bukan sekadar menceritakan perjalanan hidup Kartini, tetapi juga mengajak publik memahami gagasan-gagasan Kartini tentang perubahan, keberanian berpikir, dan membayangkan masa depan yang lebih baik.
Di Jepara, semangat Kartini masih menjadi fondasi pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kreativitas masyarakat, hingga pelestarian warisan budaya yang adaptif dengan perubahan zaman.
Ibnu Hajar juga mengajak masyarakat dari berbagai daerah untuk mengunjungi Jepara dan menyaksikan langsung jejak sejarah kehidupan sang pahlawan.


