Forum Kanker Indonesia-China Mendorong Kolaborasi Internasional
Jakarta – Lonjakan kasus kanker di Indonesia memicu perlunya perkuatan sistem layanan kesehatan, mulai dari pencegahan hingga pengobatan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui kolaborasi internasional. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 yang baru-baru ini diselenggarakan di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Juli 2026.
Forum ilmiah yang digelar oleh Kolegium Onkologi Radiasi Indonesia bekerja sama dengan China Anti-Cancer Association (CACA) sebagai bagian dari Global Medical Summit Indonesia ini menghadirkan para pakar onkologi, peneliti, akademisi, serta pembuat kebijakan dari Indonesia, Tiongkok, dan negara-negara ASEAN.
Kolaborasi Internasional untuk Penanggulangan Kanker
Dalam pembukaan acara, Vice President China Anti-Cancer Association (CACA) dan Secretary General Asian Oncology Society, Profesor Wang Ying, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghasilkan terobosan dalam penanganan kanker. Menurutnya, kolaborasi yang kuat dapat membawa keberhasilan yang lebih besar dalam upaya melawan kanker.
Modern Cancer Hospital Guangzhou turut mendukung kegiatan ini sebagai mitra dalam memperkuat kolaborasi layanan kanker antara Indonesia dan Tiongkok. Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya, MKM, yang juga memberikan sambutan pembuka acara, menyatakan bahwa kanker menjadi salah satu ancaman kesehatan yang mendesak untuk ditangani secara serius.
Berdasarkan data tahun 2022, Indonesia mencatat lebih dari 400 ribu kasus baru kanker dengan lebih dari 240 ribu kematian. Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh pasien yang terdiagnosis kanker tidak berhasil diselamatkan. Inilah yang mendorong pentingnya kolaborasi internasional dalam upaya penanggulangan penyakit mematikan ini.


