Bahlil Lahadalia Minta Kader Golkar Berani Koreksi Pemerintah
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya kader Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Bagi Bahlil, kritik yang disampaikan secara konstruktif merupakan wujud dukungan politik terhadap kinerja pemerintah.
Dalam acara Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) MKGR di Hotel Shangri-La, Jakarta, Bahlil mengingatkan bahwa setiap permasalahan yang timbul harus segera diatasi. Menurutnya, Partai Golkar memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan kritik, yaitu dengan memberikan solusi konkret.
Menawarkan Solusi, Bukan Sekadar Kritik
“Kita memiliki cara khas sendiri dalam menyuarakan pandangan politik untuk menyempurnakan program pemerintah. Sebagai contoh, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program mulia, namun kita juga harus mengakui adanya kekurangan. Sebagai Partai Golkar, tugas kita adalah mengawal program tersebut dengan memberikan masukan agar dapat diperbaiki,” jelas Bahlil.
Bahlil menegaskan bahwa memberikan koreksi kepada pemerintah bukan berarti tidak mendukung. Sebaliknya, kritik yang membangun merupakan bentuk dukungan politik agar setiap program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Fungsi Pengawasan Sebagai Tugas Penting
Menurut Bahlil, fungsi pengawasan merupakan tugas penting parlemen. Oleh karena itu, semua menteri, termasuk yang berasal dari Partai Golkar, harus terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun.
“Kita harus adil. Parlemen harus dihormati sebagai lembaga yang menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan. Jika menteri tidak bisa diawasi, siapa lagi yang akan melaksanakannya?” tegas Bahlil.


