Reaksi Kepala Bakom Terhadap Pembubaran Diskusi di UGM
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memberikan tanggapan tajam terkait insiden pembubaran diskusi di auditorium Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berakhir ricuh. Menurutnya, esensi dari negara demokrasi adalah melalui jalur dialog, bukan pemaksaan kehendak sepihak.
Dalam pernyataannya, Qodari menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan seluruh lapisan masyarakat untuk memperbaiki program-program prioritas nasional. Ia juga menyayangkan tindakan represif kelompok mahasiswa yang memilih membubarkan acara daripada berdiskusi secara sehat.
Acara Diskusi Ilmiah di UGM Berakhir Ricuh
Acara diskusi ilmiah di UGM ini sebenarnya dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi pemerintah, termasuk Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Meskipun awalnya berjalan lancar, acara tersebut menjadi ricuh ketika sekelompok mahasiswa mengganggu jalannya acara.
Menurut Qodari, mayoritas mahasiswa sebenarnya mendukung acara tersebut, namun aksi sekelompok kecil mahasiswa yang mengganggu menjadi anomali di tengah kondusifnya acara. Ia menilai tindakan tersebut lebih dipengaruhi oleh emosi ketimbang argumen.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Qodari mengungkapkan bahwa dialog harus tetap menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat. Menurutnya, menjawab dialog dengan dialog adalah langkah yang paling proporsional dalam konteks demokrasi.


