More

    Investor Saham Beralih ke Kripto Korea: Fenomena Amblas

    Investor Korea Selatan Beralih ke Pasar Saham Saat Transaksi Kripto Amblas

    Menurut laporan terbaru dari The Korea Times, volume perdagangan aset kripto di Korea Selatan mengalami penurunan tajam sepanjang tahun 2025. Data menunjukkan bahwa rata-rata volume transaksi bulanan di lima bursa kripto terbesar negara itu turun 34% pada Juni 2025 menjadi 3,17 triliun won, atau sekitar US$ 2,3 miliar. Bahkan dibandingkan dengan awal tahun 2025, penurunan mencapai 71%.

    Alasan di Balik Penurunan Aktivitas Perdagangan Aset Kripto

    Penurunan volume perdagangan ini ternyata bukan hanya terjadi di satu platform saja, melainkan hampir di seluruh bursa kripto utama di Korea Selatan. Faktor utamanya adalah daya tarik yang makin meningkat dari pasar saham domestik. Kondisi ekonomi yang menguntungkan di Korea Selatan, terutama penguatan indeks saham seperti KOSPI, membuat investor beralih dari aset digital ke pasar ekuitas yang dianggap lebih menjanjikan.

    Investor ritel di Korea Selatan, yang sebelumnya aktif dalam transaksi kripto, kini lebih memilih bermain di bursa saham. Rotasi ini sebenarnya mencerminkan perubahan strategi investasi mereka ketimbang meninggalkan aset berisiko sepenuhnya. Selain itu, harga aset kripto yang cenderung melemah juga turut memengaruhi keputusan para investor.

    Tren Penurunan yang Berlanjut

    Menariknya, tren penurunan aktivitas perdagangan ini terus berlanjut hingga tahun 2026. Data dari Korea JoongAng Daily mencatat bahwa volume perdagangan kumulatif di lima bursa kripto terbesar Korea Selatan pada Januari–Maret 2026 turun hingga 56,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, pada bulan April 2026, volume perdagangan bulanan mencapai level terendah sejak September 2023, yakni hanya US$ 55,1 miliar.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles