More

    Rumah Dibeli dengan Emas oleh Anak Buah Silmy Karim – Skandal Pemerasan

    KPK: Anak Buah Silmy Karim Terlibat Aliran Dana Pemerasan dalam Pengurusan Izin Tinggal WNA

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya aliran dana yang mencurigakan dalam pengurusan izin tinggal sementara Warga Negara Asing (WNA). Hal ini terungkap setelah KPK bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berhasil mengidentifikasi 96 rekening yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

    Setyo, juru bicara KPK, menyampaikan bahwa aliran dana tersebut terkait dengan permintaan yang diduga dilakukan oleh Silmy Karim, salah satu tersangka dalam kasus ini. Silmy diduga meminta bagian dari pengurusan izin tinggal WNA melalui Jaya Saputra. Kemudian, dua kepala subdirektorat, yaitu Bagus Bramantyo dan Tessar Bayu Setyaji, diminta untuk menarik uang dari proses tersebut.

    Modus Operandi Dugaan Pemerasan

    Dana yang terkumpul diduga berasal dari berbagai layanan keimigrasian, seperti perpanjangan izin tinggal, alih status izin tinggal, perubahan domisili, dan pengurusan izin bagi anggota keluarga WNA. Dalam proses pengumpulan dana, sejumlah staf, termasuk Gusti Benardiansyah, turut terlibat. Gusti diduga memanfaatkan beberapa rekening sebagai tempat penampungan dana dari sponsor atau penjamin yang mengurus izin tinggal.

    KPK menduga penggunaan rekening atas nama pihak lain tersebut bertujuan untuk menyembunyikan aliran dana hasil pemerasan dan gratifikasi yang diterima oleh para tersangka. Praktik ini melibatkan berbagai akun, mulai dari rekening cleaning service, office boy, hingga keluarga dan kerabat terdekat.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles