More

    Mengapa Harga Bitcoin Turun Hari Ini? Penjelasannya

    Arus Keluar Dana dari ETF Bitcoin Menekan Harga Cryptocurrency Terbesar di Dunia

    Tekanan terhadap Bitcoin semakin besar karena arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Dalam sembilan sesi perdagangan berturut-turut, sekitar USD$ 2,8 miliar dana keluar dari ETF tersebut. Dalam periode 10 hari, total arus keluar bahkan mendekati USD$ 3 miliar.

    Permintaan dari ETF Menjadi Penentu Besar Harga Bitcoin

    ETF selama ini menjadi salah satu sumber permintaan terbesar bagi Bitcoin. Ketika aliran dana tersebut melemah, pasar menjadi lebih rentan terhadap tekanan jual. Sentimen pasar juga terganggu setelah perusahaan Strategy melakukan penjualan Bitcoin pertamanya sejak 2022. Meski jumlah yang dijual hanya 32 BTC, langkah tersebut memicu kekhawatiran investor karena menunjukkan bahwa bahkan perusahaan yang dikenal sangat bullish terhadap Bitcoin pun dapat menjual asetnya ketika membutuhkan likuiditas.

    Perkembangan di Pasar Derivatif Menyulitkan Aksi Harga Bitcoin

    Setelah Bitcoin menembus area psikologis USD$ 70.000, gelombang likuidasi posisi beli (long) mulai terjadi. Banyak investor yang sebelumnya berharap harga akan kembali naik akhirnya terpaksa keluar dari pasar. Para analis kini menilai level USD$ 70.000 menjadi area penting yang harus direbut kembali oleh Bitcoin.

    Jika harga mampu kembali ke atas level tersebut, penurunan saat ini kemungkinan hanya merupakan aksi jual akibat kebutuhan likuiditas jangka pendek. Namun jika gagal, perhatian pasar akan tertuju pada area pertengahan USD$ 60.000 sambil memantau arus dana ETF, data likuidasi, serta apakah proyek-proyek AI raksasa masih terus menyedot modal dari pasar kripto.

    Bitcoin Sebagai Aset Likuid dalam Pasar Keuangan

    Sejumlah analis menilai kondisi ini tidak mengubah prospek jangka panjang Bitcoin. Sebaliknya, fenomena tersebut menunjukkan Bitcoin kini telah menjadi aset yang cukup besar dan likuid sehingga sering digunakan investor sebagai sumber dana ketika muncul peluang investasi baru di sektor lain.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles