Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, melakukan lawatan ke Eropa pada akhir Mei 2026. Dalam lawatannya, Prabowo mengunjungi tiga negara Eropa yang memiliki posisi strategis penting bagi Indonesia, yaitu Prancis, Austria, dan Hungaria.
Prancis: Kekuatan Militer dan Teknologi
Menurut Sugiat, salah satu pihak terkait, Prancis memiliki kekuatan militer dan teknologi terbesar di Eropa Barat. Prancis tidak menjual sistem persenjataan canggih atau memberikan komitmen strategis hanya karena alasan finansial. Untuk membangun kedekatan politik dengan Prancis, diperlukan pendekatan bertahap melalui kunjungan berulang dengan Presiden Macron.
Austria: Industri Manufaktur Presisi
Selanjutnya, Austria dikenal sebagai gerbang industri manufaktur presisi di Eropa Tengah. Industri utama di Austria mencakup mesin, otomotif, pengolahan logam, bahan kimia, serta makanan dan minuman. Hal ini menunjukkan potensi kerjasama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Austria di sektor manufaktur.
Hungaria: Pusat Pembangunan Gigafactory Baterai EV
Hungaria menjadi pusat agresif pembangunan gigafactory baterai kendaraan listrik (EV) di Uni Eropa. Dengan kehadiran perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung SDI dan CATL, Hungaria menawarkan peluang bagi Indonesia untuk mengamankan posisinya dalam rantai pasok baterai masa depan Eropa.
Sugiat menegaskan bahwa Indonesia memiliki pangsa pasar nikel terbesar di dunia, sementara Eropa sangat membutuhkan pasokan nikel untuk industri baterai. Prabowo bukan sekadar meminta bantuan, melainkan sebagai pemilik komoditas strategis yang vital bagi masa depan industri otomotif global.
Sugiat juga menyoroti transisi dunia menuju kendaraan listrik dan pentingnya Indonesia memanfaatkan potensi nikel secara optimal sebelum beralih ke teknologi baterai non-nikel.


