Konsultasi Kartu Tarot: Pandangan Psikolog
Belakangan ini, semakin banyak anak muda yang tertarik dengan konsultasi kartu tarot. Bahkan, di beberapa tempat, pembahasan seputar jasa tarot menjadi sangat populer. Ada yang melakukannya hanya untuk iseng dan hiburan, namun ada pula yang sangat serius dan hanya percaya pada hasil yang baik. Bagi sebagian gen Z, tarot digunakan sebagai sarana untuk meredakan rasa gelisah terhadap kehidupan.
Perspektif Psikologis Tentang Penggunaan Tarot
Menurut psikolog klinis Dian Kartika Amelia Arbi, penggunaan jasa tarot bisa menjadi upaya mencari penjelasan dari luar ketika seseorang merasa kebingungan atau tak nyaman. Hal ini diharapkan dapat memberikan kedamaian pikiran dan mengurangi kecemasan seseorang.
Pembacaan kartu tarot mampu memicu imajinasi individu untuk memprediksi atau memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup mereka. Dengan demikian, tarot dapat mengurangi tingkat kecemasan dan menjadi salah satu mekanisme penyembuhan diri.
Jika hasil dari konsultasi tarot mendorong seseorang untuk berkembang, hal itu dianggap positif oleh Dian. Namun, jika sebaliknya, maka sebaiknya untuk tidak terlalu bergantung pada tarot.
Dian menegaskan pentingnya bagi seseorang untuk tidak terlalu percaya pada ramalan yang diberikan oleh tarot hingga menghambat kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang terlalu yakin bahwa segala hal sudah ditakdirkan menurut hasil tarot sebelumnya.
Secara psikologis, hal ini dinamakan self-fulfilling prophecy, di mana keyakinan seseorang terhadap suatu hal justru mendorong terjadinya hal tersebut. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk tetap rasional dalam menanggapi hasil konsultasi tarot.


