Axelsen: Perubahan Sistem Poin BWF Dapat Merusak Esensi Bulu Tangkis
Legenda bulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, mengeluarkan kritik pedas terhadap kebijakan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengenai perombakan sistem hitungan poin. Menurutnya, pemangkasan durasi gim dengan sistem skor 15 poin dapat merusak esensi keindahan bulu tangkis.
Axelsen Menyukai Sistem 21 Poin
Axelsen, yang merupakan peraih dua medali emas Olimpiade, lebih memilih sistem 21 poin yang selama ini digunakan dalam kompetisi internasional. Baginya, sistem skor 21 poin lebih menantang dan memunculkan unsur taktik, drama, dan ketahanan fisik atlet.
Axelsen Kritik Kepadatan Kalender
Meskipun memahami alasan BWF ingin memperpanjang durasi turnamen besar, Axelsen menilai perubahan sistem skor bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya, masalah kepadatan kalender pertandingan seharusnya diselesaikan dengan cara lain tanpa harus mengorbankan esensi dan daya tarik spesifik dari olahraga bulu tangkis.
Sebagai atlet berpengalaman, Axelsen berpendapat bahwa sistem 21 poin memberikan tantangan lebih bagi para pemain, terutama dalam turnamen besar yang memiliki jeda antar pertandingan yang cukup panjang. Menurutnya, fokus seharusnya lebih kepada perbaikan pada jadwal pertandingan yang padat, bukan mengubah aturan yang sudah terbukti efektif.


