Polisi Bongkar Rekayasa Model Ansy Jan De Vries
Polisi telah mengungkap fakta yang mengejutkan terkait cerita model Ansy Jan De Vries yang mengaku menjadi korban begal dan pembacokan. Luka yang sempat viral di media sosial ternyata bukan akibat sabetan senjata tajam, melainkan bisul pecah.
Penyelidikan Mendalam
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa tim penyidik bersama tenaga medis dan psikolog telah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut. Hasil visum et repertum menegaskan bahwa luka tersebut bukan karena bacokan pelaku begal, melainkan bisul yang meletus.
Awal mula kasus ini berawal dari unggahan Ansy Jan De Vries yang mengklaim menjadi korban kejahatan. Polisi kemudian memulai penyelidikan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Direktorat PPA-PPO, Subdit PPA-PPO Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, Dokkes Polda Metro Jaya, dan tim psikolog.
Klarifikasi dan Motif
Direktorat Siber Polda Metro Jaya juga telah memanggil Ansy untuk klarifikasi guna memahami motif di balik unggahannya. Polisi menduga ada upaya untuk membangun opini dengan mengklaim diri sebagai korban kejahatan, padahal fakta yang sebenarnya berbeda.
Polisi sedang mendalami apakah ada kelompok tertentu yang mencoba menciptakan situasi dengan mengaitkan Ansy Jan De Vries sebagai korban. Hal ini menjadi fokus dalam proses klarifikasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.


