Kisah Pahit An Se Young, Ratu Bulu Tangkis Cantik yang Diperbudak di Pelatnas Korsel
Pebulutangkis cantik asal Korea Selatan, An Se Young, telah menorehkan sejumlah prestasi gemilang di dunia bulu tangkis. Namun, di balik kisah kesuksesannya, terdapat latar belakang tragis yang belum banyak terungkap ke publik.
Junior Termuda di Sejarah Pelatnas Korea
Pada usia yang sangat muda, tepatnya saat masih duduk di bangku SMP, An Se Young sudah menunjukkan bakatnya di level junior Asia. Bahkan, ia menjadi bagian dari tim Korea Selatan yang meraih gelar di Kejuaraan Junior Asia 2017. Prestasi luar biasa ini kemudian membawanya masuk ke pelatnas senior BKA pada tahun 2018, menjadikannya siswa SMP pertama dalam sejarah yang bermain di tim nasional senior Korea Selatan.
Tujuh Tahun Lamanya Menjadi “Pelayan” Senior
Namun, di tengah perjalanannya menuju puncak sukses, An Se Young harus menghadapi kenyataan pahit yang tidak banyak diketahui orang. Ia terjebak dalam budaya senioritas di lingkungan bulu tangkis Korea Selatan yang membuatnya menjadi “pelayan” para senior di timnya. Selama tujuh tahun, An Se Young harus membersihkan kamar beberapa seniornya dan bahkan mencuci pakaian mereka, bukan hanya fokus pada latihan dan persiapan kompetisi.
Laporan dari media Korea Selatan Maekyung (MK) bahkan menggambarkan betapa buruknya perlakuan yang ia terima selama bertahun-tahun di pelatnas. Mulai dari cedera lutut hingga tuntutan yang tidak manusiawi dalam hal melakukan pekerjaan rumah tangga di samping menjalani latihan bulu tangkis sebagai atlet profesional.


