More

    Desak Audit Independen atas Meninggalnya Dokter Internship



    Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia Angkat Bicara terkait Meninggalnya Dokter Internship di Jambi

    Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) angkat bicara terkait meninggalnya seorang dokter internship di Jambi. Menurut MGBKI, kejadian ini mengindikasikan adanya potensi kegagalan sistem tata kelola pendidikan kedokteran.

    Ketua MGBKI, Prof. Dr. dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), MPH menegaskan bahwa peserta pendidikan kedokteran, termasuk dokter internship, seharusnya tidak dianggap sebagai tenaga kerja murah. Mereka memerlukan perlindungan, supervisi, dan jaminan keselamatan yang memadai dalam menjalankan tugas mereka.

    Sikap MGBKI Pasca Kematian Dokter Internship di Jambi

    Setelah insiden meninggalnya dokter internship di Jambi, MGBKI menyatakan lima sikap sebagai respons terhadap kejadian tersebut:

    1. Menolak Segala Bentuk Eksploitasi Peserta Pendidikan Kedokteran
    MGBKI menekankan penolakan terhadap beban kerja berlebihan, jam kerja tidak manusiawi, penugasan tanpa supervisi memadai, dan pembiaran terhadap kondisi sakit bagi peserta pendidikan kedokteran.

    2. Mendesak Audit Independen
    MGBKI meminta dilakukannya audit independen oleh berbagai pihak terkait, mulai dari Kementerian Kesehatan hingga rumah sakit sebagai tempat pendidikan. Audit ini mencakup beragam aspek seperti sistem supervisi, beban kerja, respons klinis, ketersediaan obat, dan budaya kerja.

    3. Menolak Victim Blaming dan Intimidasi
    MGBKI menegaskan penolakan terhadap segala upaya menyalahkan korban atau mengancam peserta pendidikan sebagai bentuk intimidasi. Hal ini tidak seharusnya terjadi dalam lingkungan pendidikan kedokteran.


    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles