More

    Tips Mengatasi Diri Sendiri Setelah Dilecehkan

    Pelecehan di Grup Chat: Korban Sering Menyalahkan Diri Sendiri

    Pelecehan di grup chat sering terjadi tanpa disadari dan meninggalkan korban dengan perasaan malu dan bingung. Tidak jarang, korban justru merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi, padahal hal tersebut adalah anggapan yang keliru.

    Dr. Ray Wagiu Basrowi: Korban Bukan Penyebab Pelecehan

    Ketua HCC Indonesia, Dr. Ray Wagiu Basrowi, menegaskan bahwa korban pelecehan tidak pernah bersalah atas apa yang terjadi. Mulai dari komentar seksual, body shaming, hingga candaan vulgar di grup chat, tanggung jawab tetap berada pada pelaku, bukan korban.

    Menurut Dr. Ray, salah satu dampak sering dari pelecehan verbal di ruang digital adalah munculnya rasa bersalah pada korban. Hal ini disebabkan karena pelaku seringkali menyamarkan perilaku tidak pantas dengan label ‘cuma bercanda’, membuat korban merasa reaksinya berlebihan, padahal tidak demikian.

    Membangun Batasan dan Mengambil Langkah untuk Melindungi Diri

    Ketika korban merasa tidak nyaman dan batas personalnya dilanggar, penting untuk memahami bahwa reaksi tidak nyaman adalah sah. Mengatakan ‘saya tidak nyaman’ adalah langkah awal yang penting dalam melindungi diri dari pelecehan di grup chat.

    Jika situasi tidak membaik, keluar dari grup atau membatasi interaksi adalah langkah yang dianjurkan. Tidak menghadapi situasi tersebut sendirian juga penting, dengan mencari dukungan dari teman terpercaya, keluarga, atau bahkan professional seperti psikolog.

    Dalam menghadapi pelecehan di grup chat, penting untuk mengubah cara pandang bahwa pelecehan dalam bentuk apapun tetaplah pelecehan. Dengan memahami hal ini, diharapkan korban dapat lebih berani dalam melindungi diri serta mendorong terciptanya ruang digital yang lebih aman dan penuh dengan saling menghargai.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles