Vaksin Influenza: Siapa yang Harus Mendapatkannya?
Hampir semua orang dewasa dianjurkan untuk mendapatkan suntikan vaksin influenza. Namun, ada beberapa pengecualian untuk orang yang tidak disarankan mendapatkan vaksin ini, terutama bagi yang memiliki riwayat alergi terhadap vaksin influenza sebelumnya atau riwayat Sindrom Guillain-Barré setelah divaksinasi.
Sindrom Guillain-Barré: Kasus Jarang Terjadi
Menurut Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, DR. dr. Sukamto, Sp.PD-KAI, kasus Sindrom Guillain-Barré setelah vaksinasi influenza sangat jarang terjadi, bahkan hanya satu dari jutaan orang yang divaksin influenza. Bahkan dalam 10 tahun terakhir, tidak ada orang yang mengalami sindrom tersebut setelah divaksin influenza.
Orang yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza termasuk mereka yang memiliki penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, autoimun, atau penyakit ginjal.
Vaksin Influenza bagi Ibu Hamil dan Pasien dengan Gangguan Imun
Bagi ibu hamil, vaksin influenza dapat diberikan kapan saja selama kehamilan, baik itu trimester satu, dua, atau tiga. Vaksinasi pada ibu hamil tidak hanya melindungi ibu, tetapi juga memberikan perlindungan pada bayi setelah lahir, karena bayi hanya bisa divaksin setelah berusia enam bulan.
Selain itu, pasien dengan kondisi medis seperti HIV, kanker, atau sedang menjalani kemoterapi juga sebaiknya mendapatkan vaksin influenza. Kelompok ini cenderung memiliki respons imun yang lebih rendah, sehingga kebutuhan akan perlindungan vaksinasi menjadi lebih penting.


