Saham Kripto Meroket Berkat Kemajuan Clarity Act
Pekan lalu, di tengah perdebatan panjang seputar Rancangan Undang-Undang (RUU) struktur pasar besar atau Clarity Act, saham-saham terkait kripto ditutup lebih tinggi.
Kenaikan Saham Circle dan Perusahaan Kripto Lainnya
Circle, perusahaan penerbit stablecoin USDC, memimpin reli dengan lonjakan 19,89%, ditutup pada USD 119,53. Kinerja sahamnya telah mencatat kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir, naik 32,4%, dan sejak awal tahun naik 50,7%. Sementara itu, perusahaan infrastruktur kripto Bitgo mencatat kenaikan saham 10,26%, ditutup pada USD 11,50. Saham Robinhood juga mengalami peningkatan sebesar 3,92%, sedangkan SOL Strategies melonjak 17,83%.
Bitcoin Mencapai Puncak Tertinggi
Momentum positif ini juga tercermin pada harga bitcoin yang menembus USD 80.000, naik 2,12% menjadi USD 80.020 pada Senin.
Ketika saham kripto meroket, pasar saham AS justru mengalami penurunan. Dow Jones Industrial Average turun 1,13% dan S&P 500 merosot 0,41% di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Perkembangan Terbaru Clarity Act
Senator Amerika Serikat, Angela Alsobrooks, dan Thom Tillis, mencapai kesepakatan terbaru terkait bahasa yang mengatur imbal hasil stablecoin, yang merupakan poin penting dalam perdebatan mengenai Clarity Act.
Ketentuan terbaru tersebut melarang pembayaran bunga atau imbal hasil kepada pelanggan AS oleh “pihak yang tercakup” hanya karena memegang stablecoin. Hal ini dianggap setara dengan pembayaran bunga pada deposito bank.
Meskipun demikian, kelompok perbankan masih menolak ketentuan tersebut. Mereka berpendapat bahwa insentif yang diberikan kepada platform seperti Coinbase dapat mengancam simpanan pada bank tradisional.


