Pelecehan di Grup Chat: Bahaya yang Membahayakan Kesehatan Mental
Belakangan ini, pelecehan yang terjadi di grup chat seringkali luput dari perhatian kita. Hal ini sering disamarkan sebagai candaan, padahal bisa berdampak serius terhadap kesehatan mental korban. Menurut Ketua HCC Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, perilaku seperti komentar seksual, body shaming, dan konten vulgar seharusnya tidak dianggap sepele.
Kenyataan yang Tidak Boleh Diabaikan
Menurut Dr. Ray, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya telah menjadi korban pelecehan digital karena lingkungan sekitar yang menganggapnya sebagai hal yang biasa. Berbagai tanda peringatan muncul, seperti rasa tidak nyaman saat membuka grup chat atau menerima notifikasi masuk. Perasaan cemas, takut, dan malu seharusnya tidak dianggap remeh.
“Pelecehan di grup chat seringkali disamarkan sebagai candaan. Namun, kita harus waspada terhadap tanda-tanda red flag seperti komentar seksual, body shaming, atau pembicaraan yang mengganggu,” ungkap Dr. Ray.
Tindakan yang Dapat Dilakukan
Jika Anda merasa menjadi korban pelecehan di grup chat, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyimpan bukti percakapan. Screenshot chat, catat nama anggota yang terlibat, dan tanggal kejadian agar dapat menjadi bukti yang valid.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa tidak ada yang salah dengan merasa tidak nyaman. Dr. Ray menegaskan bahwa korban tidak boleh menyalahkan diri sendiri atas tindakan pelecehan yang dialami. Pelaku lah yang harus bertanggung jawab atas perilakunya.


