Mardiono mendesak para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta untuk fokus dalam memperbaiki kondisi partai yang sempat mengalami penurunan signifikan dalam dua pemilu terakhir. Dari sebelumnya memiliki 10 kursi, kini PPP hanya memiliki satu kursi di Ibukota.
Menurut Mardiono, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyusun strategi yang terukur. Hal ini termasuk memperkuat struktur partai hingga di tingkat kelurahan sebagai bagian dari persiapan verifikasi partai politik sebagai peserta pemilu.
Mengembalikan Citra PPP di Jakarta
“DKI Jakarta menjadi perhatian utama. Untuk mengembalikan seperti semula memang tidak mudah, tapi minimal kita bisa meraih setengahnya dengan kerja keras dan persiapan yang massif,” ujar Mardiono saat memberikan arahan kepada para kader.
Selain itu, Mardiono juga menekankan pentingnya persiapan dalam menghadapi komposisi pemilih pada Pemilu 2029 yang diprediksi didominasi oleh generasi muda, seperti Gen Z dan milenial. Meskipun demikian, PPP tetap mengutamakan kolaborasi lintas generasi dalam setiap langkahnya.
Menjaga Kolaborasi lintas Generasi
“Kita tidak mengenal batasan usia. Yang tua memberikan tongkat estafet kepada yang muda untuk melanjutkan. Semua harus berjalan seiring dan bersama-sama,” tegas Mardiono.
Dengan mempertimbangkan potensi pemilih dari kalangan generasi muda, PPP Jakarta dituntut untuk terus berinovasi dan menyusun strategi yang menarik bagi segmen pemilih yang lebih muda agar bisa bersaing secara lebih efektif dalam pemilu mendatang.


