Peran dunia usaha dalam menghadapi ancaman dengue semakin disorot oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). KADIN menegaskan bahwa perusahaan harus aktif dalam upaya pencegahan penyakit yang semakin meningkat di Indonesia, terutama karena banyak kasus dengue menyerang usia produktif. Gerakan SIAP Lawan Dengue hadir sejak tahun 2024 untuk mengubah persepsi bahwa dengue bukan hanya masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga ancaman serius bagi produktivitas dan kelangsungan bisnis. Hingga April 2026, lebih dari 30 ribu kasus dengue tercatat di Indonesia dengan puluhan kematian, menunjukkan bahwa ancaman ini masih belum terkendali.
Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Prima Yosephine, menekankan perlunya upaya pencegahan yang menyeluruh dan melibatkan lintas sektor. Dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok usia produktif. Prima menyatakan bahwa pencegahan harus mencakup edukasi, pengendalian vektor, dan kerjasama lintas sektor. Kemenkes sedang mengintegrasikan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk memperkuat implementasi ke depan.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan KADIN Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menyoroti pentingnya edukasi yang berkelanjutan, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat luas. Dia menekankan bahwa dengue bukan hanya terjadi saat hujan saja karena nyamuk dapat berkembang biak setiap hari, sehingga penularannya bisa terjadi kapan saja. Kesalahpahaman mengenai hal ini menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya pencegahan. Lingkungan kerja yang kurang terkelola dengan baik, mulai dari genangan air hingga sanitasi yang tidak optimal, bisa menjadi titik penularan penyakit.


