Harga kripto hari ini, Senin (20/4/4026), bergerak melemah dan menekan sejumlah aset digital utama, termasuk Bitcoin dan Ethereum. Koreksi ini dipicu tekanan jual yang cukup merata di pasar, ditambah sikap investor yang cenderung lebih berhati-hati setelah reli sebelumnya. Aksi ambil untung atau profit taking pun ikut membuat pergerakan harga kembali terkoreksi.
Bitcoin dan Ethereum Kompak Terkoreksi
Berdasarkan data dari Coinmarketcap.com, Bitcoin turun 2.55% ke level USD 73,944.97. Meski melemah, aset kripto terbesar itu masih mempertahankan kapitalisasi pasar sekitar USD 1.48 triliun. Di sisi lain, Ethereum juga bergerak di zona merah dengan penurunan 4.07% ke posisi USD 2,263.24, sambil tetap bertahan sebagai kripto terbesar kedua dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 274.61 miliar.
Penurunan pada dua aset utama ini menjadi sinyal bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada satu token, melainkan meluas ke pasar secara umum. Kondisi tersebut biasanya membuat pelaku pasar lebih selektif dalam membaca arah pergerakan berikutnya.
Stablecoin Bertahan, Altcoin Ikut Tertekan
Di tengah pelemahan pasar, Tether masih relatif stabil di USD 1.00 meski turun tipis 0.03%. Namun, beberapa aset lain ikut terseret, termasuk XRP yang turun 2.73% dan BNB yang melemah 2.41%. Tekanan juga terlihat pada mata uang virtual lain seperti USD Coin dan Solana.
Pergerakan ini menunjukkan pasar kripto masih sangat sensitif terhadap sentimen global. Saat investor memilih menahan risiko, aset-aset yang sebelumnya menguat cenderung lebih cepat mengalami koreksi.
Pasar Tetap Dinamis dan Menuntut Kewaspadaan
Meski sedang melemah, pasar kripto tetap bergerak cepat dan penuh perubahan. Investor kini terus mencermati arah harga untuk menentukan langkah berikutnya, terutama di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil. Dalam situasi seperti ini, pemantauan berkala menjadi kunci agar keputusan yang diambil tidak hanya bergantung pada euforia kenaikan sebelumnya.
Source link


